Dinas Ketapang Gelar Rakor Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Serta Pengendalian Inflasi Daerah

π™π™šπ™§π™€π™—π™€π™¨π™£π™ͺ𝙨𝙖𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖.π˜Ύπ™€π™’-π˜½π™€π™’π™—π™–π™£π™– Dalam rangka pengendalian inflasi pangan daerah.Dinas ketahanan pangan kabupaten Bombana memperkuat sinergitas dan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha pangan dalam mendorong food estate atau lumbung pangan disejumlah daerah

Dinas Ketahanan Pangan melalui Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan menggelar rapat koordinasi dan dihadiri pelaku usaha pangan dan perwakilan masyarakat kegiatan ini untuk membahas stabilisasi pasokan dan harga pangan serta pengendalian inflasi daerah. Rakor dilaksanakan di Aula Rapat Kantor Dinas Ketahanan Pangan.(4/9/24)

Kegiatan Rapat Koordinasi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Pengendalian Inflasi Daerah ini dibuka oleh Sekertaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bombana, Sulaiman, SH., M.M., dalam sambutannya menekankan pentingnya kerjasama lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga pangan di tengah kondisi ekonomi yang bergejolak. β€œInflasi yang tinggi dapat berdampak buruk pada daya beli masyarakat, oleh karena itu upaya stabilisasi harga dan pasokan pangan harus menjadi prioritas,”jelasnya

Ketersediaan pangan yang lebih kecil dibandingkan kebutuhan dapat menciptakan ketidak-stabilan ekonomi. Berbagai gejolak sosial dan politik dapat juga terjadi jika ketahanan pangan terganggu. Kondisi pangan yang kritis bahkan dapat membahayakan stabilitas ekonomi dan stabilitas nasional.

Tujuan Dinas Ketahanan Pangan adalah terwujudnya kedaulatan pangan masyarakat melalui ketersediaan (produksi dan cadangan pangan), keterjangkauan, konsumsi pangan dan gizi serta keamanan pangan berbasis bahan pangan dan kearifan lokal.

Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Rusli, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa ada dua point kegiatan diBidang Distribusi yang pertama cadangan pangan terdiri atas lumbung pangan masyarakat dan pembuatan lantai jemur, kedua adalah Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang terdiri dari Panel Harga Pangan (PHP), Gerakan Pangan Murah Keliling (GAUL), beras tingkat konsumen, Fasilitasi Distribusi Pangan dan Kios Pangan (belum terealisasi).

Dalam rapat juga membahas pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk menjaga ketersediaan pangan yang cukup dan terjangkau bagi masyarakat. Pemerintah akan terus memonitor perkembangan harga dan pasokan pangan serta memastikan intervensi yang tepat agar inflasi daerah dapat dikendalikan. (**)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *