NEWS  

Ketua BAZNAS Enrekang Ungkap Dana Zakat Turun Drastis, Penyaluran Bantuan Bakal Disesuaikan

TEROBOSNUSANTARA.COM-ENREKANG, – Ketua BAZNAS Kabupaten Enrekang, dr. H. Siswandi Mazmur, mengungkapkan bahwa kondisi keuangan BAZNAS Enrekang saat ini jauh berbeda dibandingkan periode sebelumnya. Menurutnya, penurunan penerimaan dana zakat menjadi tantangan utama bagi kepengurusan yang baru dilantik.

“Kami ini baru mempelajari kondisi BAZNAS Enrekang, karena dana yang masuk sekarang tidak sama dengan kondisi sebelum saya menjabat sebagai Ketua BAZNAS. Dana yang masuk melalui PNS Enrekang sekarang tinggal sekitar 20 persen,” kata Siswandi.

Ia menegaskan, dengan kondisi tersebut, pihaknya tidak bisa memaksakan pola penyaluran bantuan seperti pada masa kepengurusan sebelumnya.

“Kalau kita samakan dengan BAZNAS Enrekang yang lalu, bisa-bisa nanti ada bantuan BAZNAS yang mandek. Karena itu kami harus menyesuaikan program dengan kemampuan dana yang ada,” tegasnya.

Menurut Siswandi, lima pimpinan BAZNAS Enrekang yang baru saja dilantik oleh Bupati Enrekang, H. Muh. Yusuf Ritangnga, kini tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi lembaga, mulai dari penerimaan hingga skema penyaluran zakat, infak, dan sedekah.

“Kami berlima baru dilantik. Fokus kami sekarang adalah membenahi tata kelola, memetakan kemampuan keuangan BAZNAS, dan memastikan setiap rupiah dana yang masuk benar-benar disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya secara tepat sasaran,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya para muzaki, untuk terus mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Enrekang. Menurutnya, semakin besar dana yang dihimpun, semakin banyak pula masyarakat kurang mampu yang dapat dibantu melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.

Pernyataan Ketua BAZNAS Enrekang tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa kepengurusan baru menghadapi tantangan yang tidak ringan. Menurunnya penerimaan dana zakat menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diatasi agar program-program bantuan kepada mustahik tetap berjalan tanpa hambatan.

Versi ini lebih kuat dari sisi nilai berita karena menonjolkan isu penurunan dana hingga tinggal sekitar 20 persen sebagai fokus utama, namun tetap menyajikannya secara berimbang dan berdasarkan pernyataan narasumber.

(A Derlan-Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *