NEWS  

Ratusan Rumah Terendam Setiap Musim Hujan: Warga Kasabolo Minta Solusi Nyata atas Krisis Drainase yang Tak Kunjung Tuntas

𝗧𝗲𝗿𝗼𝗯𝗼𝘀𝗻𝘂𝘀𝗮𝗻𝘁𝗮𝗿𝗮.𝗖𝗼𝗺-𝗕𝗼𝗺𝗯𝗮𝗻𝗮 Musim hujan kembali membawa duka bagi ratusan warga di Lingkungan Tiromai 1 dan Lingkungan Tiromai 2 Kelurahan Kasabolo Kecamatan Poleang Kabupaten Bombana.

Banjir yang rutin terjadi setiap tahun kini kembali merendam rumah-rumah warga, mengakibatkan kerugian materi dan psikologis yang tidak sedikit. Warga mengeluhkan kerusakan sistem drainase yang sudah lama tidak mampu mengalirkan air secara optimal, sehingga limpasan air hujan meluap dan masuk ke dalam rumah mereka.

Menurut Aswan atau akrab di sapa Wawan merupakan salah satu tokoh pemuda mengatakan banjir bukanlah kejadian baru.

“Ini sudah terjadi bertahun-tahun. Setiap musim hujan, kami hidup dalam kekhawatiran. Rumah terendam, perabot rusak, dan aktivitas terganggu. Tapi selama ini tidak pernah ada tindakan konkret dari pemerintah sebelumnya,” keluhnya pada Minggu (25/5/25)

Senada dengan Alwis, Iman, mesjd Tiromai dan warga lainnya, menyatakan rasa lelah dan frustrasi menghadapi siklus banjir tahunan ini. “Kami sudah sering menyampaikan aspirasi melalui musrenbang, kecamatan, bahkan audiensi dengan pejabat. Tapi sampai hari ini, tidak ada tindaklanjut drainase masih rusak dan tidak ada perbaikan,” katanya.

Permasalahan utama yang dihadapi warga adalah sistem drainase yang rusak dan tidak memadai. Saluran air yang sempit, tersumbat, dan tidak terintegrasi dengan baik membuat air hujan tidak tertampung, bahkan menyebabkan genangan berkepanjangan. Dalam beberapa kasus, banjir mencapai ketinggian 60 cm dan masuk ke dalam rumah warga, memaksa mereka untuk mengungsi sementara.

Meski rasa kecewa masih terasa, warga menyatakan harapan baru kepada kepemimpinan daerah yang saat ini dipegang oleh Bupati Ir. H. Burhanuddin, M.Si dan Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani, S.Pd., M.Si. Kepemimpinan mereka yang dikenal inovatif dan visioner menumbuhkan optimisme di kalangan warga Kasabolo.

“Kami yakin di bawah kepemimpinan Bupati dan wakil Bupati Bombana yang baru ini, suara kami akan didengar. Kami tidak butuh janji lagi seperti dulu, tapi kami butuh tindakan nyata,” tegas Aswan.

Warga berharap agar Pemda segera melakukan pemetaan drainase, memperbaiki saluran air yang rusak, dan membangun sistem yang lebih modern agar banjir tidak menjadi rutinitas tahunan yang menyiksa.

Masalah banjir tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal tata kelola lingkungan dan perencanaan kota. Para pemerhati lingkungan mengingatkan pentingnya pengelolaan air yang berkelanjutan, termasuk edukasi kepada warga untuk tidak membuang sampah sembarangan yang dapat memperparah kondisi saluran air.

Pemerintah diharapkan tidak hanya bertindak saat bencana datang, tetapi mengambil langkah proaktif melalui pembangunan sistem drainase terpadu, normalisasi saluran, serta pelibatan masyarakat dalam pengawasan dan pemeliharaan lingkungan.

Sebagai wilayah yang terus berkembang, Kelurahan Kasabolo memerlukan perhatian khusus agar pembangunan tidak hanya berfokus pada estetika kota, tetapi juga menjamin keselamatan dan kenyamanan warga. Banjir bukan sekadar bencana alam, tapi juga potret ketimpangan dalam kebijakan infrastruktur dasar.

Warga Kasabolo dan Tiromai tidak menuntut kemewahan, mereka hanya menginginkan hak dasar hidup aman dan layak di rumah sendiri tanpa dihantui genangan air setiap musim hujan. Sudah saatnya pemerintah daerah Kabupaten Bombana menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan warga. Keluhan yang disuarakan selama bertahun-tahun harus menjadi panggilan aksi, bukan sekadar catatan dalam arsip aduan.

 

 

Pen/Editor :Andi Syam

Media:𝗧𝗲𝗿𝗼𝗯𝗼𝘀𝗻𝘂𝘀𝗮𝗻𝘁𝗮𝗿𝗮.𝗖𝗼𝗺

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *