𝗧𝗲𝗿𝗼𝗯𝗼𝘀𝗻𝘂𝘀𝗮𝗻𝘁𝗮𝗿𝗮.𝗖𝗼𝗺-𝗕𝗼𝗺𝗯𝗮𝗻𝗮 Suasana Gedung Tanduale, Kantor Bupati Bombana, pagi itu terasa berbeda. Meskipun hari libur namun ratusan peserta dari seluruh penjuru desa,camat dan kelurahan di Kabupaten Bombana memadati ruangan Gedung Tanduale kantor Bupati Bombana pada Sabtu (3 /5/25)
Kepala desa, camat, lurah, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan pelaku UMKM, hingga perangkat OPD hadir dalam satu semangat membangun kekuatan ekonomi dari bawah, melalui koperasi.
Kegiatan Sosialisasi Pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan, yang dipimpin langsung oleh Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si, menjadi penanda dimulainya gerakan besar menuju ekonomi mandiri dan inklusif di daerah.
Didampingi oleh unsur Forkopimda, pejabat OPD lintas sektor, dan tenaga teknis dari Dinas Koperasi dan UMKM, acara ini menjadi ruang temu gagasan dan komitmen bersama untuk menjadikan koperasi sebagai motor penggerak kesejahteraan rakyat, khususnya di tingkat desa dan kelurahan.
“Hari ini kita tidak hanya berbicara soal koperasi sebagai badan usaha, tapi sebagai gerakan sosial. Gerakan yang menyatukan kekuatan rakyat, memperkuat potensi lokal, dan membangun keadilan ekonomi dari desa,” tegas Bupati Burhanuddin dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan meriah.
Ia menekankan bahwa koperasi desa tidak harus mematikan Bumdes namun harus dikelola secara profesional dan terbuka, melibatkan semua unsur warga mulai dari petani, nelayan, pengrajin, pedagang, hingga ibu rumah tangga dan pemuda kreatif.
“Koperasi desa ini jangan sampai dianggap sebagai pesaing Bumdes setahu saya bumdes ini bertujuan agar semua potensi-potensi yang ada di desa bisa dikelola oleh bumdes menjadi satu produk yang bisa dipasarkan, tugas koperasi kita adalah bagaimana seluruh produk-produk bumdes yang dihasilkan dari masyarakat koperasi wajib untuk membeli dan memasarkan di luar,” jelasnya
Bukan hanya simbolik, kegiatan ini menghadirkan sesi pemaparan teknis tentang pembentukan dan pengelolaan koperasi modern, tata kelola keuangan yang transparan, hingga strategi agar koperasi lokal terhubung dengan pasar digital dan sistem pendanaan nasional.
Peserta juga diberikan ruang berdiskusi secara aktif berbagi pengalaman, tantangan, dan ide segar. Dari desa pegunungan hingga pesisir, suara-suara lokal bergema dalam forum ini.
“Kami di desa punya banyak potensi, tapi selama ini jalan sendiri-sendiri. Dengan koperasi, kami bisa bergerak bersama. Kami siap berkolaborasi,” ujar salah satu peserta dari Desa Poleang Barat.
Kegiatan ini juga menjunjung tinggi semangat inklusivitas. Perwakilan kelompok perempuan menyampaikan bahwa koperasi bisa menjadi jalan baru bagi pemberdayaan ekonomi keluarga. Sementara itu, generasi muda Bombana menyatakan kesiapan mereka berperan dalam transformasi digital koperasi desa.
“Anak-anak muda punya kapasitas digital. Kami siap bantu desa membuat koperasi yang terhubung dengan teknologi dan e-commerce,” kata seorang pemuda dari Kelurahan Poea kecamatan Rumbia Tengah.
Forkopimda dan OPD menyampaikan dukungan penuh untuk pendampingan jangka panjang dan regulasi yang memudahkan koperasi tumbuh sehat, bukan sekadar berdiri lalu tenggelam.
“Kami ingin koperasi menjadi rumah besar ekonomi rakyat. Bukan bisnis segelintir orang, tapi milik bersama, dikelola bersama, dan hasilnya dinikmati bersama,” ujar perwakilan dari Dinas Perindagkop.
Sebagai penutup, Bupati Bombana meminta agar tiap desa dan kelurahan segera membentuk tim inisiator, melakukan pendataan potensi usaha warga, dan menyusun rencana bisnis koperasi yang berbasis pada kearifan lokal.
“Inilah wajah Bombana ke depan desa-desa yang berdiri di atas kaki sendiri, saling menopang lewat koperasi. Kita mulai dari sini, dari hati masyarakat, untuk Indonesia yang lebih adil dan sejahtera,”tutup
Ir. H. Burhanuddin, M.Si, Bupati Bombana.
Pen/Editor:Andi Syam
Media:𝗧𝗲𝗿𝗼𝗯𝗼𝘀𝗻𝘂𝘀𝗮𝗻𝘁𝗮𝗿𝗮 𝗖𝗼𝗺
Langsung ke konten
