NEWS  

Tuntut Keadilan Akademik, IMALAK Gelar Aksi Damai Bela Siswa SMAN 1 Raha Terkait Kuota SNBP di UHO

๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐—ผ๐—ฏ๐—ผ๐˜€๐—ป๐˜‚๐˜€๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ.๐—–๐—ผ๐—บ-๐—ž๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ Ikatan Mahasiswa Lintas Kampus (IMALAK) Sulawesi Tenggara kembali menunjukkan kepedulian sosial dan keberpihakan terhadap keadilan pendidikan dengan menggelar aksi damai yang berlangsung di dua titik strategis, yakni depan Mapolda Sultra dan Gedung DPRD Provinsi Sultra. Aksi ini digelar sebagai respons terhadap dugaan penghapusan kuota Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) bagi siswa-siswi SMAN 1 Raha oleh Universitas Halu Oleo (UHO).Pada Rabu (30/4/25)

Sekitar puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sultra bersatu membawa spanduk tuntutan, pengeras suara, serta menyuarakan aspirasi melalui orasi dan seruan damai. Mereka menilai bahwa tindakan penghapusan kuota SNBP tersebut mencerminkan ketidakadilan dan berpotensi menjadi bentuk diskriminasi akademik terhadap salah satu sekolah negeri di daerah kabupaten Muna

Dalam orasinya, Koordinator Lapangan Aksi IMALAK menyampaikan bahwa kebijakan tersebut tidak hanya berdampak pada siswa SMAN 1 Raha kabupaten Muna saat ini, tetapi juga memengaruhi semangat dan motivasi generasi mendatang dalam meraih pendidikan tinggi. “Kami datang hari ini bukan hanya membela satu sekolah, tapi membela prinsip keadilan bagi seluruh siswa Indonesia yang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses pendidikan tinggi tanpa diskriminasi,โ€ tegasnya.

Menurut IMALAK, sistem seleksi nasional berbasis prestasi seperti SNBP sejatinya dirancang untuk memberi kesempatan kepada siswa berprestasi dari berbagai latar belakang. Oleh karena itu, dugaan penghapusan kuota SNBP terhadap satu sekolah menengah atas, tanpa penjelasan transparan dari pihak universitas, patut dipertanyakan dan dievaluasi secara terbuka.

Aksi ini juga menuntut pihak UHO untuk segera memberikan klarifikasi publik mengenai dasar penghapusan kuota tersebut. Selain itu, IMALAK mendesak pihak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) serta Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) untuk turut mengawal kasus ini agar tidak menjadi preseden buruk dalam dunia pendidikan nasional.

Para mahasiswa juga menyampaikan pesan solidaritas kepada siswa-siswi SMAN 1 Raha, bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi ketidakadilan ini. โ€œAkses pendidikan adalah hak semua anak bangsa, bukan privilese segelintir pihak. Kami menuntut UHO dan seluruh otoritas terkait untuk menjamin tidak ada satu pun anak negeri yang terpinggirkan dari sistem pendidikan hanya karena asal sekolahnya,โ€ kata salah satu orator perempuan dalam aksi tersebut.

IMALAK menegaskan bahwa perjuangan mereka akan terus berlanjut hingga mendapat kepastian hukum dan kebijakan yang adil. Mereka juga membuka ruang dialog dengan pihak UHO maupun instansi pemerintah, seraya berharap tidak ada pembungkaman terhadap aspirasi mahasiswa dan pelajar yang memperjuangkan kesetaraan.

Aksi ini berjalan damai, tertib, dan mendapat perhatian publik luas, termasuk dukungan dari masyarakat yang turut bersimpati terhadap isu ini. IMALAK menyatakan bahwa ini bukan sekadar aksi sesaat, tetapi bagian dari gerakan moral untuk menjaga integritas dan keadilan dalam dunia pendidikan Indonesia.

Pen/Ediror:Andi Syam Media:๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐—ผ๐—ฏ๐—ผ๐˜€๐—ป๐˜‚๐˜€๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ.๐—–๐—ผ๐—บ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *