NEWS  

Rumbia Tengah Jadi Sasaran Edukasi Keuangan oleh OJK: Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Masyarakat Bombana

๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐—ผ๐—ฏ๐—ผ๐˜€๐—ป๐˜‚๐˜€๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ.๐—–๐—ผ๐—บ-๐—•๐—ผ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat dengan menggelar kegiatan edukasi keuangan di Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (2/5) di Aula Kantor Kecamatan Rumbia Tengah, dan mendapat sambutan antusias dari lurah kepala desa dan berbagai elemen masyarakat.

Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber utama yang berkompeten di bidangnya, yaitu Kepala BLPK dari OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, Asisten II Bidang Pembangunan sekretariat Daerah Kabupaten Bombana, Pimpinan PT BPR Bahteramas Pusat (Perseroda)ย  Bombana serta, Pimpinan PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Acara ini, juga dihadiri langsung oleh tuan rumah Camat Rumbia Tengah, tokoh masyarakat, perangkat desa, pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM), serta perwakilan generasi muda.

Dalam sambutannya, Camat Rumbia Tengah menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan yang diberikan kepada wilayahnya sebagai lokasi kegiatan edukatif yang sangat relevan bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemahaman terhadap sistem dan layanan keuangan sangat penting dalam upaya menciptakan masyarakat yang mandiri secara ekonomi.

“Kegiatan ini menjadi momen penting bagi masyarakat Rumbia Tengah untuk memahami betapa strategisnya peran lembaga jasa keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya soal menabung, tetapi juga bagaimana masyarakat bisa mendapatkan akses permodalan, memahami hak-hak sebagai konsumen, dan terhindar dari praktik keuangan ilegal,” ujarnya.

Kepala BLPK dan Pelayanan Strategis OJK Provinsi Sulawesi Tenggara Desriani Rappang, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional literasi dan inklusi keuangan yang menyasar di 17 kabupaten kota di Sulawesi Tenggara dengan potensi pertumbuhan ekonomi yang besar namun masih terbatas dalam akses terhadap layanan keuangan formal. Ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu menggunakan layanan keuangan resmi dan menghindari tawaran investasi ilegal yang kian marak.

“OJK hadir bukan hanya sebagai pengawas lembaga jasa keuangan, tetapi juga sebagai mitra edukasi masyarakat. Kami ingin masyarakat, terutama di daerah-daerah, memiliki pemahaman yang cukup untuk mengambil keputusan keuangan yang cerdas dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten II Bidang Pembangunan Setda Bombana Hj Musdalifah Alimin,S,.Sos,.M.Si, menyampaikan bahwa literasi keuangan harus menjadi bagian dari upaya pembangunan daerah, karena kemampuan mengelola keuangan secara bijak akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup keluarga dan komunitas.

“Pemerintah daerah sangat mendukung kegiatan seperti ini. Kami percaya bahwa literasi keuangan adalah pondasi penting untuk memperkuat sektor UMKM, mengurangi ketergantungan pada rentenir, dan membuka akses ke program-program pembiayaan dari pemerintah maupun swasta,” jelasnya.

Direktur utamaย  PT BPR Bahteramas Pusat (Perseroda) Bombana Yusrianti Mansur,SE,.M.Mย  juga menambahkan informasi mengenai produk-produk perbankan yang ramah masyarakat desa dan UMKM, termasuk program pembiayaan mikro dan tabungan khusus yang dirancang untuk memudahkan akses masyarakat terhadap lembaga keuangan formal.

Dalam kesempatan itu pimpinan PT Bank Pembangunan Daerah Cabang Kabupaten Bombana Hasmirat juga menekankan pentingnya memberikan pemahaman mendalam kepada pelaku UMKM secara masif dan terstruktur agar dapat menjalankan profesinya serta dapat mencapai kesuksesan secara komprehensif.

“Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat, termasuk di Rumbia Tengah, mendapatkan kesempatan yang sama untuk memahami dan memanfaatkan layanan keuangan secara bijak,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab dan diskusi terbuka. Beberapa peserta mengungkapkan rasa penasaran mereka terhadap layanan pinjaman berbunga rendah, cara menghindari penipuan keuangan digital, serta manfaat asuransi mikro.

Salah satu peserta, ibu Nuraeni, pelaku usaha kerajinan anyaman lokal, mengaku sangat terbantu dengan materi yang diberikan. “Selama ini saya hanya menyimpan uang di rumah karena tidak tahu cara buka rekening atau akses pinjaman. Setelah acara ini, saya jadi paham dan tertarik untuk mulai menabung di bank dan mengembangkan usaha saya,” katanya.

Dengan digelarnya kegiatan ini, Rumbia Tengah diharapkan dapat menjadi percontohan wilayah dengan tingkat literasi dan inklusi keuangan yang meningkat, serta mendorong masyarakat agar lebih siap menghadapi tantangan ekonomi di era digital dan globalisasi.

Acara ditutup dengan sesi berfoto bersamaย begitupun komitmen antara pemerintah kecamatan, OJK, dan perbankan untuk terus mendorong kegiatan edukasi lanjutan yang menjangkau semua kalangan, tanpa terkecuali.

 

 

Pen/Editor:Andi Syam
Media: ๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐—ผ๐—ฏ๐—ผ๐˜€๐—ป๐˜‚๐˜€๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐—–๐—ผ๐—บ

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *