NEWS  

Warga Desa Poleondro Resah, Tower Telkomsel Terancam Longsor di Tepi Pemukiman, Mantan Kades Hasanuddin Serukan Tindakan Cepat

๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐—ผ๐—ฏ๐—ผ๐˜€๐—ป๐˜‚๐˜€๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ.๐—–๐—ผ๐—บ-๐—•๐—ผ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ Sebuah menara telekomunikasi milik Telkomsel yang berdiri di Desa Poleondro, Kecamatan Poleang Tengah Kabupaten Bombana provinsi Sulawesi Tenggara kini berada dalam kondisi rawan longsor. Menara tersebut berdiri hanya kurang lebih sekitar lima meter dari pemukiman warga, dan kondisi tanah di sekitarnya menunjukkan tanda-tanda pergeseran yang cukup mengkhawatirkan, terutama saat musim hujan melanda.

Situasi ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Warga khawatir, jika tak segera ditangani, potensi longsor tidak hanya mengancam infrastruktur tower itu sendiri, tetapi juga keselamatan jiwa mereka yang tinggal sangat dekat dengan lokasi.

Hasanuddin,SE, mantan Kepala Desa Poleondro dua periode, angkat bicara mengenai kondisi tersebut. Ia menilai, persoalan ini harus segera menjadi perhatian serius semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan operator telekomunikasi.

โ€œIni bukan hanya soal infrastruktur, tapi soal keselamatan manusia. Tower itu terlalu dekat dengan rumah warga. Kalau sampai longsor, dampaknya bisa fatal. Sebagai orang yang pernah memimpin desa ini, saya sangat prihatin dan mendorong adanya tindakan cepat dan terukur,โ€ ungkap Hasanuddin saat ditemui pada Rabu (30/4).

Menurut keterangan beberapa warga, tanah di sekitar lokasi tower sudah mulai retak dan labil sejak beberapa bulan terakhir. Mereka menyebutkan bahwa sejak awal pembangunan, kekhawatiran soal jarak tower ke rumah warga sebenarnya sudah sempat disampaikan, namun belum ada langkah mitigasi yang berarti hingga saat ini.

Kondisi geografis Desa Poleondro yang berbukit dan rentan terhadap erosi tanah, membuat keberadaan infrastruktur besar seperti tower komunikasi harus didesain dengan standar keamanan tinggi. Warga berharap, Telkomsel sebagai pemilik tower segera melakukan kajian teknis dan geologis untuk memastikan keselamatan lingkungan sekitar.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bombanaย ย dan instansi terkait seperti BPBD dan Dinas PUPR juga diharapkan segera turun tangan untuk melakukan evaluasi lapangan.

โ€œKita semua tidak anti terhadap pembangunan. Tapi keselamatan warga harus jadi prioritas utama. Jangan sampai kita hanya bergerak setelah terjadi bencana,โ€ tambah Hasanuddin.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Telkomsel belum memberikan pernyataan resmi terkait kondisi tower di Desa Poleondro. Masyarakat masih menunggu itikad baik dari pihak perusahaan untuk berdialog dengan warga dan mencari solusi bersama

Kejadian ini menjadi pengingat penting bahwa setiap proyek pembangunan infrastruktur, terutama yang berada dekat dengan pemukiman warga, harus dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan mempertimbangkan aspek keselamatan jangka panjang. Keterlibatan warga dalam pengawasan dan perencanaan menjadi kunci agar risiko-risiko semacam ini tidak terulang di masa mendatang.

 

Pen/Editor:Andi Syam

Media:๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐—ผ๐—ฏ๐—ผ๐˜€๐—ป๐˜‚๐˜€๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐—–๐—ผ๐—บ

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *