𝗧𝗲𝗿𝗼𝗯𝗼𝘀𝗻𝘂𝘀𝗮𝗻𝘁𝗮𝗿𝗮.𝗖𝗼𝗺-𝗕𝗼𝗺𝗯𝗮𝗻𝗮 Dalam upaya menjaga ketertiban umum dan kelancaran aktivitas pejalan kaki, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bombana melalui Bidang Penegakan Perundang-Undangan Daerah (PPUD) melaksanakan penertiban terhadap pedagang kuliner yang berjualan di atas trotoar di sekitar Masjid Agung Nurul Iman, Kasipute. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa,(29/4/) dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Kerjasama, Andi Musliarfan, S.Si.
Penertiban ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas banyaknya laporan dari masyarakat yang mengeluhkan penyempitan area trotoar akibat aktivitas jual beli yang semakin meluas, khususnya pada waktu salat Jumat dan hari-hari besar Islam. Keberadaan para pedagang yang berjualan di trotoar dinilai mengganggu hak pejalan kaki serta membahayakan keselamatan lalu lintas di sekitar kawasan masjid.
Dalam keterangannya, Andi Musliarfan, S.Si menyatakan bahwa kegiatan penertiban ini bukan semata-mata untuk membatasi penghasilan para pedagang, tetapi lebih kepada menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan bersama, khususnya bagi jemaah masjid dan pengguna jalan.
“Kami memahami bahwa aktivitas berjualan merupakan sumber penghidupan bagi banyak warga. Namun demikian, trotoar adalah fasilitas umum yang peruntukannya jelas bagi pejalan kaki. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh pedagang untuk mematuhi aturan dan mencari lokasi berjualan yang sesuai dengan ketentuan daerah,” ungkap Andi Musliarfan.
Penertiban dilakukan secara humanis dan persuasif, dengan terlebih dahulu memberikan imbauan kepada para pedagang. Petugas Satpol PP juga menyediakan informasi terkait lokasi-lokasi alternatif yang dapat dijadikan tempat berjualan tanpa melanggar aturan.
Sebagian besar pedagang menerima penertiban ini dengan lapang dada, meski tidak sedikit pula yang berharap pemerintah daerah dapat menyediakan tempat khusus bagi mereka agar tetap bisa berusaha tanpa melanggar aturan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Satpol PP Kabupaten Bombana untuk menegakkan Peraturan Daerah serta membina masyarakat agar tercipta suasana yang aman, tertib, dan nyaman di lingkungan publik. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala dengan pendekatan yang lebih partisipatif, melibatkan tokoh masyarakat dan pihak masjid.
Pemerintah daerah juga menyatakan kesiapan untuk berdialog dengan para pedagang guna mencari solusi jangka panjang yang adil dan berkelanjutan.
Pen/Editor:Andi Syam
Media:𝗧𝗲𝗿𝗼𝗯𝗼𝘀𝗻𝘂𝘀𝗮𝗻𝘁𝗮𝗿𝗮.𝗖𝗼𝗺
Langsung ke konten
