๐ง๐ฒ๐ฟ๐ผ๐ฏ๐ผ๐๐ป๐๐๐ฎ๐ป๐๐ฎ๐ฟ๐ฎ.๐๐ผ๐บ-๐๐ผ๐บ๐ฏ๐ฎ๐ป๐ฎ Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) telah mengusulkan tiga nama calon ketua yang akan bertarung dalam pemilihan kepemimpinan organisasi KKSS, untuk periode,2025-2030. Usulan ini merupakan hasil dari proses seleksi yang dihadiri wakil Bupati Bombana Ahmad Yani,S,.Pd,.M.Si, Plh Sekda dr.H.Sunandar,MM, Kes, H.Pajawa Tarika,S,Pd.M,.Pd, dan elemen masyarakat kabupaten Bombana, termasuk beberapa tokoh birokrasi pemerintahan, pengusaha, akademisi, serta perwakilan dari berbagai organisasi yang saat ini berdomisili di kabupaten Bombana.
Badan Pengurus Daerah KKSS mengumumkan tiga tokoh yang dinilai memiliki kapasitas, integritas, serta visi yang kuat untuk membawa organisasi ini ke arah yang lebih baik. Ketiga calon tersebut adalah:
1. H. Andi Sarifuddin,SH,.MPW. Seorang Anggota DPR Provinsi Sultra saat ini ,ia telah banyak berkontribusi bagi masyarakat kabupaten Bombana, pernah aktif di birokrasi pemerintahan kabupaten Bombana dan memiliki jaringan luas yang diyakini mampu memperkuat KKSS di tingkat daerah sampai tingkat nasional
2. Dr.Andi Suryani,S,Ag, M.Pd,.M.Si. Akademisi dengan kualifikasi Doktor pada ilmu pendidikan dan Keguruan UIN Alauddin Makassar yang juga merupakan tokoh intelektual asal Sulawesi Selatan. Namun selama ini pengabdiannya tetap di curahkan sepenuhnya untuk kabupaten Bombana. Dengan latar belakang pendidikan Keguruan, memiliki rekam jejak dengan berbagai prestasi, ia menawarkan program berbasis pengembangan sumber daya manusia bagi warga KKSS, terutama dalam bidang pendidikan. Dan saat ini menjabat sebagai Kabag Kerjasama di lingkup pemda kabupaten Bombana.
3. Ir .Syahrun,ST,.MPWk. Seorang birokrat yang memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan dan organisasi masyarakat, saat ini menjabat sebagai Kadis Perumahan kabupaten Bombana. Dengan pengalamannya, ia berjanji akan memperjuangkan kepentingan warga KKSS dalam berbagai aspek, termasuk kebijakan publik yang berdampak bagi masyarakat kabupaten Bombana.
Proses seleksi calon ketua KKSS dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk rekam jejak kepemimpinan, kontribusi terhadap komunitas, serta visi dan misi yang ditawarkan. Setelah tiga nama ini di calonkan, tahap berikutnya direncanakanย pemaparan visi dan misi dari masing-masing calon namun pemilihan tersebut dinilai rancu karena seharusnya dilakukan secara voting tapi akhirnya pemilihan justru secara aklamasi. Kegiatan ini berlangsung, di Hotel Rahmat,Sabtu(8/3/25).
Pemilihan ketua KKSS, yang dilakukan secara aklamasi ini menuai sorotan karena mayoritas peserta rapat meminta diadakan secara voting agar bisa menentukan pilihan yang layak menjadi ketua berdasarkan suara terbanyak. Namun menurut keterangan yang di sampaikan H. Andi Sarifuddin bahwa dirinya diberi amanah oleh Gubernur Sulawesi Tenggara. Andi Sumange Rukka untuk menjadi ketua Formatur KKSS. Meskipun beberapa peserta KKSS menanggapi dengan alasan mendasar bahwa sejatinya ketua KKSS yang di tunjuk harus bertugas dan berdomisili di kabupaten Bombana namun pada akhirnya Andi Sarifuddin tetap menjadi ketua KKSS secara aklamasi.
” Seharusnya diadakan voting karena ini kan musyawarah untuk memilih yang layak menjadi ketua, dan ketua KKSS harusnya bertugas dan berdomili di Bombana,agar mudah mengakses dan mendengar serta melihat apa kekurangan atau keluhan dan kebutuhan anggota KKSS yang bisa di realisasikan,” ungkap seorang peserta KKSS, yang enggan di sebut namanya.
Sebagai organisasi yang menaungi warga Sulawesi Selatan di berbagai daerah di seluruh Indonesia KKSS memiliki peran penting dalam memperkuat solidaritas, membantu anggota yang membutuhkan, serta mengembangkan berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga kebudayaan. Ketua KKSS, Andi Sarifuddin diharapkan mampu menjawab tantangan zaman dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya.
” KKSS ini memang seksi dan dengan berani, saya di berikan mandat oleh masyarakat Sultra untuk menjadi DPR jadi KKSS ini harus hadir untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada di daerah, bukan berarti kita datang di sini untuk foya-foya, tapi kita harus membangun,” ungkap Andi Sarifuddin.
Beberapa tantangan yang dihadapi saat iniย antara lain penguatan ekonomi warga kabupaten Bombana, pelestarian budaya Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, serta peningkatan kolaborasi dengan berbagai pihak, baik di tingkat daerah maupun nasional. Oleh karena itu, pemilihan ketua yang tepat menjadi kunci utama dalam menentukan arah organisasi ini ke depan.
๐ฃ๐ฒ๐ป/๐๐ฑ๐ถ๐๐ผ๐ฟ:๐๐ป๐ฑ๐ถ ๐ฆ๐๐ฎ๐บ/๐ฅ๐ฒ๐ฑ
