𝗧𝗲𝗿𝗼𝗯𝗼𝘀𝗻𝘂𝘀𝗮𝗻𝘁𝗮𝗿𝗮.𝗖𝗼𝗺-𝗕𝗼𝗺𝗯𝗮𝗻𝗮 Suasana di Rumah Jabatan (Rujab) Burhanuddin dipenuhi kehangatan dan kebersamaan saat berlangsung acara buka puasa bersama yang dihadiri berbagai elemen masyarakat, tokoh agama, dan pejabat daerah. Dalam kesempatan tersebut, Burhanuddin menegaskan bahwa seorang pemimpin adalah pelayan rakyat, bukan sebaliknya.
“Kita ini pelayan rakyat, bukan kita yang mau dilayani,” ujar Burhanuddin dengan tegas di hadapan para tamu yang hadir. Pernyataan ini menjadi penegasan komitmennya terhadap nilai-nilai kepemimpinan yang mengutamakan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.
Acara buka bersama ini tidak hanya menjadi momen silaturahmi, tetapi juga sedikit mengupas tentang berbagai permasalahan masyarakat. Burhanuddin mengajak seluruh pejabat dan aparatur untuk lebih mendekatkan diri kepada rakyat, memahami kebutuhan mereka, serta bekerja dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.
“Seorang pemimpin harus selalu hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi mereka, dan mencari solusi atas permasalahan yang ada. Bukan malah menuntut dihormati atau dilayani,” lanjutnya.
Dalam acara tersebut, terlihat suasana kebersamaan yang erat antara Burhanuddin dan masyarakat. Warga yang hadir pun menyambut baik pernyataan dan sikapnya yang merakyat. Salah satu tokoh masyarakat yang hadir menyatakan harapannya agar pemimpin lainnya juga memiliki prinsip yang sama.
“Kami sangat mengapresiasi sikap Pak Burhanuddin. Semoga ini menjadi contoh bagi para pemimpin lain agar lebih peduli dan benar-benar hadir untuk rakyat,” ujar salah satu warga yang hadir.
Acara buka puasa bersama yang digelar Senin malam (3/3) di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si juga menegaskan bahwa rumah jabatan yang ditempatinya bukan milik pribadi, melainkan milik rakyat.
“Rujab ini rumahnya rakyat, saya hanya penjaga,” kata Burhanuddin di hadapan para tamu yang hadir, yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh adat pejabat pemerintahan, dan warga Bombana.
Dalam kesempatan itu, Burhanuddin juga menekankan pentingnya kebersamaan dalam membangun daerah. Menurutnya, tidak ada lagi perbedaan atau sekat-sekat politik setelah proses demokrasi selesai.
“Sekarang tidak ada nomor 1, nomor 2, atau nomor 3. Mari kita bersama membangun negeri ini,” tegasnya, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu demi kemajuan Bombana.
Burhanuddin memberikan arahan khusus kepada jajaran birokrasi pemerintahan Kabupaten Bombana. Ia meminta para pejabat dan aparatur pemerintah untuk benar-benar menjadi pelayan masyarakat, bukan sebaliknya.
“Jadilah pelayan yang baik, jangan ada jarak dengan masyarakat, dan jangan pernah lupa diri,” pesannya dengan nada penuh ketegasan.
Acara buka bersama ini ditutup dengan doa dan harapan agar Bombana semakin maju serta pemimpinnya selalu diberikan kekuatan untuk mengemban amanah dengan baik.
𝗣𝗲𝗻/𝗘𝗱𝗶𝘁𝗼𝗿:𝗔𝗻𝗱𝗶 𝗦𝘆𝗮𝗺
Langsung ke konten
