NEWS  

Longsor di Perbatasan Jalan Desa Lemo dan Desa Lamoare, Poleang Tenggara, Bombana, Ancam Keselamatan Warga

TEROBOSNUSANTARA.COM-Bencana longsor kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Kali ini, kejadian tersebut melanda daerah perbatasan jalan antara Desa Lemo dan Desa Lamoare, Kecamatan Poleang Tenggara. Longsor yang terjadi pada Sabtu malam (16/02/25))

Kejadian ini menyebabkan batu-batu besar berserakan di jalan utama, sehingga menghambat akses warga serta menimbulkan risiko keselamatan.

Menurut keterangan warga setempat, longsor tersebut diduga terjadi akibat pekerjaan proyek perbaikan jalan di tebing yang tidak dilakukan dengan maksimal. Beberapa waktu lalu, oleh pihak kontraktor yang telah melakukan pengerjaan jalan di lereng guna mengantisipasi longsor. Namun, hasil kerja yang dinilai asal-asalan justru memperburuk kondisi tanah di sekitar lokasi karena tidak dibuatkan drainase untuk saluran air.

Salah seorang warga Desa Lemo, Sudirman (45), mengungkapkan bahwa sebelum proyek dilakukan, kondisi tebing memang cukup rawan, tetapi tidak separah sekarang. Setelah proyek perbaikan dimulai, beberapa bagian tebing justru menjadi lebih labil karena pengerjaan yang dinilai kurang memperhatikan kondisi tanah di sekitar.

“Mereka hanya mengeruk beberapa bagian untuk pembuatan jalam dan tidak membuat saluran air yang memadai. Hujan deras beberapa hari terakhir akhirnya membuat tanah menjadi jenuh air dan menyebabkan longsor,” ujar Sudirman.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Desa Lamoare, Aswar,S, Pd. Menurutnya, beberapa kali warga telah menyampaikan kekhawatiran mereka terkait metode pengerjaan yang digunakan oleh pihak kontraktor. Namun, tidak ada tindakan konkret untuk memperbaiki sistem penahan tanah yang lebih kokoh.

“Dulu kami sudah meminta agar dibuat dinding penahan yang lebih kuat, tapi mereka hanya melakukan pengerukan jalan tanpa sistem yang baik. Sekarang, akibatnya tanah dan batu-batu itu jatuh berserakan di jalan dan bisa membahayakan pengendara,” tutur Aswar

Dampak dari longsor ini sangat dirasakan oleh warga sekitar, terutama mereka yang bergantung pada jalan utama sebagai jalur transportasi sehari-hari. Material longsor yang terdiri dari tanah dan batu besar menutup sebagian besar badan jalan, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas dengan mudah.

Beberapa pengendara terpaksa mencari jalan alternatif yang lebih jauh untuk mencapai desa tujuan mereka. Sementara itu, kendaraan yang nekat melintasi jalur longsor harus berhati-hati karena kondisi jalan yang masih labil dan licin.

Salah seorang pengendara yang terjebak di lokasi, Andi (32), mengaku terpaksa kembali ke desa asalnya karena tidak bisa melintasi jalan yang tertutup material longsor.”Saya mau ke desa sebelah untuk urusan keluarga, tapi ternyata jalan tertutup batu besar. Harus mutar jauh kalau mau lewat jalur lain, padahal ini jalan utama,” keluh Andi.

Akibat kejadian ini, warga meminta agar pihak terkait segera mengambil tindakan untuk membersihkan material longsor dan memperbaiki sistem penahan tebing agar kejadian serupa tidak terulang. Selain itu, warga juga mendesak agar dilakukan audit terhadap proyek pengerjaan sebelumnya, mengingat hasilnya justru memperburuk kondisi tebing.

Camat Poleang Tenggara, Asdar,S,.Sos, ketika dikonfirmasi mengaku telah menerima laporan terkait kejadian longsor ini dan berjanji akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menangani masalah tersebut.

“Kami akan segera turun ke lokasi dan mengupayakan langkah-langkah pembersihan material longsor. Selain itu, kami juga akan mengevaluasi proyek pengerjaan sebelumnya untuk memastikan apakah ada kesalahan teknis dalam proses perbaikannya,” ujar Asdar

Longsor yang terjadi di perbatasan Desa Lemo dan Desa Lamoare ini menjadi peringatan bagi pihak berwenang untuk lebih serius dalam menangani proyek-proyek infrastruktur, terutama yang berkaitan dengan mitigasi bencana. Jika tidak ada langkah konkret, dikhawatirkan kejadian serupa akan kembali terjadi, terlebih saat musim hujan masih berlangsung.

Hingga berita ini diturunkan, upaya pembersihan material longsor masih terus dilakukan oleh warga setempat secara gotong-royong sambil menunggu bantuan dari pemerintah daerah. Sementara itu, warga berharap agar pihak terkait segera mengambil langkah serius agar akses jalan kembali normal dan tidak ada lagi ancaman longsor di masa mendatang.

𝗥𝗲𝗽𝗼𝗿𝘁𝗲𝗿:𝗔𝗻𝗱𝘆 𝗩𝗮𝗻 𝗜𝘇𝗵𝗮𝗿
𝗣𝗲𝗻 𝗘𝗱𝗶𝘁𝗼𝗿: 𝗔𝗻𝗱𝗶 𝗦𝘆𝗮𝗺.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *