NEWS  

Keluhan Medium di Hadapi Lurah Poe,a Kecamatan Rumbia Tengah Kabupaten Bombana

TEROBOSNUSANTARA.COM–Bombana-Keluhan yang sedang dihadapi lurah Poe,a kecamatan Rumbia Tengah kabupaten Bombana provinsi Sulawesi Tenggara merupakan problem penting bahkan menjadi tuntutan masyarakat sekaligus lurah sebagai perangkat kecamatan dan pemimpin di kelurahan. Hal ini di ungkap pada Rabu (5/2/25)

Sahirul,SP,.M.AP lurah Poe,a memaparkan berbagai kendala yang ia hadapi dari dulu sampai sekarang dalam menjalankan roda pemerintahan khususnya di wilayah kelurahan yang ia pimpin, dirinya mengeluhkan beberapa poin khususnya pembayaran wajib pajak masyarakat PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) secara kronolgis awal kelurahan Poe,a merupakan pembentukan dari kelurahan Lauru sehingga kebun atau aset yang ada saat ini di kelurahan Poe,a pemiliknya mayoritas berada di luar wilayah kecamatan Rumbia Tengah.

“Kebanyakan aset dan perkebunan di kelurahan Poe,a pemiliknya berasal dari kelurahan Lauru, ada dari Lora, Kampung Baru bahkan dari Masaloka, itulah yang membuat kolektor kami kerepotan dan lambat dalam menagih PBBย karena tempatnya jauh itupun kalau bertepatan ada orang dirumah yang mau di tagih, sehingga setiap tahun kelurahan kami yang selalu lambat dalam penyetoran uang pajak,”terang Sahirul.

Lebih lanjut Sahirul mengungkapkan tidak adanya fasilitas intensip diberikan kepada kolektor kelurahan dalam melakukan penagihan pajak yang tempatnya jauh termasuk uang bensin semua dibebankan kepada kolektor sehingga seringkali lambat melakukan penagihan di wilayah jauh dari jangkauan sementara BKD selalu menuntut realisasi PBB tepat waktu hal itu adalah kewajiban namun kolektor kelurahan khususnya penagih PBB perlu juga diberikan fasilitas agar semuanya berjalan sesuai yang di harapkan.

Sebagaima diketahui kelurahan Poe,a mempunyai 3 (tiga) kepala lingkungan yaitu lingkungan Retenoia, lingkungan Pusue,a dan lingkungan Kongkame dengan jumlah KK sebanyak 367.Sahirul menambahkan banyak keluhan masyarakat terutama di bidang infrastruktur warga meminta realisasi infrastruktur sesuai yang di janjikan seperti lampu jalan, disepuluh titik sepanjang 3 KM sudah di wacanakan namun belum direalisasikan begitupun drainase agar saat musim hujan tiba, warga tidak mengeluh lantaran banjir.

Ia juga mengeluhkan peternak dengan banyaknya warga yang mengeluh di sebabkan sapi sering masuk di kebun mereka bahkan merusak dan memakan tanaman warga sementara sapi itu berasal dari luar masuk ke wilayah Poea karena didaerahnya tidak ada tempat layak untuk gembala sapi sehingga mereka lepaskan dan masuk di kelurahan Poe,a.

Lurah Poe,a Sahirul,SP,.M.AP berharap pemerintah daerah kabupaten Bombana memberikan reigns kepada peternak sapi agar tidak menimbulkan polemik dari berbagai pihak dan terkesan pembiaran ditujukan kepada pemerintah setempat sampai saat ini masih banyak warga masyarakat Poe,a mengeluhkan di sebabkan sapi berkeliaran dan merusak bahkan memakan tanaman warga masyarakat Poe,a.

๐—”๐—ป๐—ฑ๐—ถ ๐—ฆ๐˜†๐—ฎ๐—บ.Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *