NEWS  

Banjir Kembali Menerjang Desa Poleondro Kecamatan Poleang Tengah Kabupaten Bombana

TEROBOSNUSANTARA.COM–Banjir kembali menerjang desa Poleondro kecamatan Poleang Tengah kabupaten Bombana provinsi Sulawesi Tenggara. Hal ini di sebabkan hujan mengguyur cukup deras sehingga sungai Akkacipong tidak mampu menampung luapan air yang berujung merambat kemana mana, insiden ini terjadi pada Senin (27/1/25)
Kejadian tersebut di benarkan oleh babinsa Poleondro Serda Justang dan bhabinkantibmas Aiptu Abdul Rahman begitupun masyarakat setempat turut mengambil bagian dalam upaya memantau perkembangan banjir sekaligus membantu menyelamatkan barang-barang warga yang hanyut terbawa banjir .

” Desa Poleondro memang menjadi langganan banjir saat musim hujan tiba mengingat drainase sangat sempit sehingga saat musim hujan tiba air meluap dan menyapu rumah warga,”tutur Serda Justang

Dalam kesempatan itu  Aiptu Abdul Rahman selaku bhabinkantibmas desa Poleondro mengingatkan masyarakat Poleondro dan sekitarnya tetap waspada di tengah musim pancaroba saat ini.Ia meminta agar berhati-hati dan senantiasa selalu dalam keadaan siaga dan menyimpan barang-barang berharga di tempat yang lebih aman begitupun kendaraan roda dua di simpan atau di titip di tempat yang dijamin lebih aman.

” Saya berharap agar semuanya tetap waspada mengingat kondisi cuaca tidak menentu dan bisa saja terjadi hujan dan banjir susulan oleh sebab itu barang-barang berharga di amankan begitupun kendaraan roda dua di simpan di tempat yang lebih aman agar tidak timbul masalah baru,” terang Aiptu Abdul Rahman

Adapun dampak yang di timbulkan adanya insiden tersebut 14 (Empat belas) rumah warga desa Poleondro terendam banjir diantaranya rumah Akmal (30) Marwati (38) A. Agus (45) Asdar (32) Dg Maddewe (65) Furnansyah (40) Sainudding (67) Dg Malandre (60) Mantri (52) Nasiba (52) Sudirman (45) Nawwara (79) Yundding (64) semuanya warga desa Poleondro kecamatan Poleang Tengah Kabupaten Bombana. Sampai saat ini babinsa dan bhabinkantibmas serta warga tetap memantau perkembangan di wilayah tersebut, hingga sampai saat ini pukul  11.00 Wita banjir mulai surut dan aktivitas warga kembali lancar

“Kerugian materil untuk sementara di perkiraan Rp ±30 juta rupiah namun kami tetap akan pantau bersama warga manakalah ada keluhan dan lain-lainnya,” ujar Serda Justang .

Sampai berita ini di terbitkan tindak lanjut dari pemerintah terkait belum sempat hadir dalam memantau situasi banjir yang dimaksud. Masyarakat berharap khususnya warga desa Poleondro agar infrastruktur terutama sungai yang sempit dan drainase di sepanjang jalan dapat di benahi untuk meminimalisir dampak banjir di setiap musim hujan tiba agar banjir tidak terjadi seperti yang di alami warga saat ini.

(𝗔𝗻𝗱𝗶 𝗦𝘆𝗮𝗺./Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *