NEWS  

DPRD Bombana Gelar RDP Mahasiswa Bergerak Kampus Politeknik Bombana di Ujung Tuntutan Perubahan

๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐—ผ๐—ฏ๐—ผ๐˜€๐—ป๐˜‚๐˜€๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ.๐—–๐—ผ๐—บ-๐—•๐—ผ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar oleh DPRD Kabupaten Bombana menjadi sorotan publik. Rapat yang dihadiri Ketua DPRD Iskandar, Wakil Ketua I dan II anggota DPRD, pejabat Eselon 1 dan III, pihak Kesra, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta perwakilan birokrasi kampus mulai dari Ketua Yayasan, Direktur, Wakil Direktur I dan II, hingga dosen dan tenaga kependidikan Politeknik Bombana serta mahasiwa berlangsung di Aula kantorย  DPRDย  kabupaten Bombana, Selasa(7/1/25)

Rapatย  Dengar Pendapat (RDP) ini berlangsung cukup tegas dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Bombana, Iskandar. Herlin dan Zalman, termasuk Sekretaris DPRD, Kalvarios Syamruth hingga RDP tersebut tuntas.

Ketua DPRD kabupaten Bombana, Iskandar menyampaikan bahwa pihaknya telah menjawab serta merespon tuntutan dari permintaan mahasiswa politeknik Bombana mengenai situasi kampus, mulai dari tuntutan transparansi pengelolaan beasiswa hingga perbaikan manajemen di kampus tersebut.โ€œKami sudah memanggil pihak kampus pada saat pembahasan kemarin, hanya saja pihak kampus tidak datang sampai pembahasan selesai, padahal rapat harus segera tuntas saat itu juga,โ€ tegas Iskandar.

Gerakan Mahasiswa Politeknik Kabupaten Bombana diujung tuntutan perubahan bahkan menjadi sorotan menggelitik melahirkan berbagai polemik yang berujung perdebatan yang cukup alot. Gerakan mahasiswa ini dipimpin oleh Andi Amil Niransyah selaku motor penggerak yang cukup Vokal

Andi Amil mengungkapkan bahwa gerakan ini adalah wujud kegelisahan kolektif mahasiswa atas sejumlah masalah mendasar di kampus. “Kami tidak bisa diam melihat apa yang terjadi di Kampus Politeknik sebab ini didirikan dengan harapan besar, tapi kenyataannya justru jauh dari visi tersebut,” ujarnya saat diwawancarai.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP)ย  forum mahasiswa menyoroti empat isu krusial. Yang pertama adalah transparansi pengelolaan beasiswa vokasi. Menurut Andi, beasiswa yang seharusnya menjadi solusi pendidikan justru tidak memberikan dampak nyata. Bahkan tidak ada data yang jelas dan dampak yang diberikan, Mahasiswa justru merasa beasiswa ini hanya sebatas formalitas tanpa hasil konkret.

Mahasiswa juga mengkritisi manajemen keuangan kampus yang dianggap tidak transparan. Krisis ini mencerminkan buruknya pengelolaan anggaran. ,”Jika tidak ada perubahan, bagaimana kampus ini bisa memenuhi misinya mencetak generasi unggul?” terangย  Andi Amil.

Yang kedua. Mahasiswa juga menyoroti hak dasar staf kampus yang sering kali terabaikan, gaji adalah hak yang tidak boleh ditunda atau dipotong tanpa alasan jelas. Andi mengatakan jika ini terus dibiarkan, bagaimana kampus bisa berjalan dengan baik.

Masalah ketiga yaitu ketidakjelasan strategi kampus dalam mendeklarasikan diri sebagai “Mandiri.” Deklarasi mandiri kampus tidak diiringi dengan roadmap yang konkret. Ini hanya sekadar acara seremonial tanpa makna yang nyata ” lanjutnya

Terakhir, mahasiswa mendesak Pemerintah Daerah kabupaten Bombana untuk memperlihatkan keberpihakan anggaran yang jelas dan transparan terhadap pendidikan vokasi. “Kami hanya ingin komitmen nyata. Pendidikan vokasi harus diprioritaskan sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar kewajiban administratif,” tambahnya.

Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa mengajukan tuntutan tegas, termasuk transparansi penuh pengelolaan keuangan, hak yg layak untuk staf dan dosen, penyusunan strategi jangka panjang, dan peningkatan komitmen Pemda terhadap pendidikan vokasi. Jika tidak ada respons konkret, mereka siap membawa masalah ini ke ranah hukum.

“Kami berjuang bukan untuk kami saja, tapi untuk generasi yang akan datang. Politeknik Bombana seharusnya menjadi simbol pendidikan vokasi unggul, bukan sekadar bangunan tanpa makna,” tutup Andi dengan penuh semangat.

Perwakilan mahasiswaย  berharap Rapat Dengar Pendapat ini menjadi momentum untuk merumuskan kebijakan yang lebih proaktif dalam mendukung pendidikan dikabupaten Bombana. Begitupun mahasiswa dan masyarakat meminta agar DPRD Bombana terus mengawal masalah ini hingga tuntas dan mencari solusi yang tepat demi masa depan kampus Politeknik dan masa depan generasi penerus yang dharapkan untuk kemajuan masa depan negeri dimasa datang.

 

๐—ฃ๐—ฒ๐—ป/๐—˜๐—ฑ๐—ถ๐˜๐—ผ๐—ฟ:๐—”๐—ป๐—ฑ๐—ถ ๐—ฆ๐˜†๐—ฎ๐—บ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *