๐๐๐ง๐ค๐๐ค๐จ๐ฃ๐ช๐จ๐๐ฃ๐ฉ๐๐ง๐.๐พ๐ค๐ข-๐ฝ๐ค๐ข๐๐๐ฃ๐ Modernisasi masa kini membuat sebagian orang mudah beropini ,bahkan kadang berasumsi tanpa bukti .Digitalisasi membuat mayoritas inzan mudah terprovokasi dengan ucapan janji manisย penenang jiwa pelipur hati.ย Manusia masa kini telah terkontaminasi dengan ajaran canggih lewat media sosialย yang menguasai bumi ,sementara ajaran leluhur dihianati. Petuah guru sejati diabaikan demi kehidupan duniawi ,sementara kehidupan akhir dikebiri demi mendapatkan uang dengan cara menyakiti hati.
Sungguh naif kehidupan dewasa ini, karena mayoritas cendikiawan harapan rakyat, hanyaย pandai mengumbar janji .Pemimpin masa kini hanya dijadikan boneka berby oleh partaiย pengusung sekarang ini .Pemiluย Pemilu hanya sandiwara belaka, ujungnya tidak mampu merubah peradaban bangsa. Pemilu yang diharapkan dapat merubah fakta, namun ujungnya hancur termakan hama.
Demokrasi dimana realisasinya demokrasi yang kini hanya selogan tanpa bukti. Organisasi dan partai tumbuh subur tanpa henti membuat masyarakat kecil menangis merintih tanpa pamri. Sejak partai tumbuh subur di negeri ini Presiden ,Gubernur Bupati matanya kabur melihat kepentingan rakyat yang terdzolimi. Perwakilan yang diutus menyampaikan misi namun duluan kumpul materi untuk dapatkan restu partai. Masyarakat hanya dijadikan alamat untuk mencoblos di TPS dengan iming seribu janji namun hasilnya nihil tanpa bukti.
“Siapa yang mau disalahkan ? Bukan individu,namun aruslah yang memaksa hingga individu mengikutinya.menantang arus akan hancur ikuti arus akan lebur dan siap mendengar cacian hingga harus menutup mata dan telinga, manis tutur kata didepan,busuk wicara dibelakang,itulah konsekwensi dari sebagian pemimpin penganut Partai dimasa kini,”curahan hatiย (7/7/24).
Taraf pendidikan dijadikan program utama, untuk kemakmuran bangsa ,namun faktanya orang pintarlah yang menghancurkan bangsa. Pendidikan. Sekolah Dasar dimasa lalu namun mampu dijadikan panutan dan suritauladan dimasa kini ,bahkan sangat memegang prinsip leluhur yang berahlaq mulia ,kini sarjana dan titel semakin berbaris namun tak mampu diharapkan lagi untuk seantero jagat nusantara.
Orangย tua hancur keluarkan biaya demi anak mendapatkan titel sarjana,agar mampu menjamin masa depan sebuah keluarga tercinta ,namun hanya segelintir yang merasakannya ..Oh Negeri “INDONESIA” masih adakah harapan untuk berubah ? “Ingat nak jangan pernah berharap bahwa kehidupan dimasa datang akan semakin baik ,haqqul yakin justru akan semakin hancur dan buruk” apa itu benar ? Allahu A,lam bissawaf.
๐ฃ๐ฒ๐ป/๐๐ฑ๐ถ๐๐ผ๐ฟ:๐๐ป๐ฑ๐ถ ๐ฆ๐๐ฎ๐บ/๐ฅ๐ฒ๐ฑ
Langsung ke konten


