Letda Inf Oktovianus Sogalrey di tembak mati OPM,ini ungkapan Jenderal Agus Subianto.

TEROBOSNUSANTARA.COM-(10/2024) Sekitar pukul 16.00 WIT,korban terlihat keluar dari rumah,hendak menuju ke Pelabuhan Pasir dengan menggunakan roda dua,tujuan korban untuk mengambil barang di pelabuhan Pasir, namun setelah kejadian hari itu korban tidak pernah terlihat lagi.

Dan pada hari Kamis tanggal 11, April 2024 sekitar pukul 09.00 WIT di peroleh informasi dari masyarakat setempat bahwa ada mayat ditemukan di jalan.

Selanjutnya sekitar pukul 11.00 WIT di laksanakan proses evakuasi oleh Gabungan anggota Satgas Raider 527/BY, Koramil 1703-04 Aradide dan Polsek Aradide pukul 12,11.WIT jenazah korban tiba di Koramil 1703-04 Aradide.

Luka pada korban yakni luka robek akibat senjata api dan senjata tajam pada bagian kepala belakang, motor korban hilang sementara kerugian materi belum di indetifikasi dan di ketahui.

Adapun hasil pulbaket dengan sumber jaringan TW/Penasehat KKB Devisi II bahwa kejadian tersebut terjadi pada hari Rabu tanggal 10, April 2024, sekitar pukul,8,30 WIT, korban merupakan target pembunuhan dan yang melakukan adalah KKB Kodap XIII Kegepa Nipo Paniai dan di rencanakan akan di laksanakan evakuasi menuju ke Enarotali Distrik Paniai dengan menggunakan truk melalui jalur darat.

Berdasarkan informasi yang di himpun dari masyarakat, bahwa pelaku berjumlah 6 orang melakukan penembakan dan mengangkat Laras panjang dan berhasil melumpuhkan korban dengan mengatasnamakan dari Pimpinan Komandan Operasi,TPNPB Kodap XIII Kegepa Nipauda Paniar Mayor Osea Satu Boma bersama pasukannya menembak mati korban.

Setelah kejadian itu, Jenderal Agus Subiyanto menegaskan, pihaknya tidak bisa membiarkan insiden di Papua terus terjadi, mereka harus di tindak tegas, dengan geram Agus Subiyanto mengatakan, mereka menamakan dirinya TPNPB (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat) itu sama dengan OPM (Operasi Papua Merdeka).

Agus Subiyanto membeberkan, mereka sudah melakukan teror, melakukan pembunuhan, pemerkosaan kepada guru dan tenaga kesehatan (nakes) pembunuhan kepada masyarakat,TNI dan Polri ,masa kita harus diamkan hal seperti ini,Dia membawa senjata dan segala macam alat untuk membunuh,Saya akan tindak tegas atas apa yang mereka lakukan, tidak ada Negara dalam satu Negara, tegasnya.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu menambahkan, Operasi dalam satu wilayah di sesuaikan dengan indeks kerawanan dari masing -masing daerah di wilayah itu,Agus Subiyanto menilai memang penanganan akan berbeda -beda dan mungkin di Papua penanganan nya berbeda dengan wilayah lain, Kita punya metode sendiri untuk penyelesaian masalah, kalau Dia pakai senjata ya lawan dengan senjata, tapi kita tetap mengedepankan Teritorial untuk membantu percepatan pembangunan demi membantu kesejahteraan masyarakat Papua, ujarnya.

Kata Agus Subiyanto, tentara kita di sana, mengajar serta memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat namun selalu di ganggu, padahal niat kita sangat tulus untuk mengabdi,masa selalu di intimidasi dan di ganggu dan hal ini tidak bisa di biarkan,ucap Agus Subiyanto dengan kesal.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Mayjen TNI Nugraha Gumilar, sepakat dan memutuskan kembali memakai istilah Organisasi Papua Merdeka (OPM) pasca sebelumnya berganti nama Kelompok Sparatis Teroris (KST) dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan pergantian istilah ini sesuai Surat Telegram (ST) Nomor STR/41/2024 (di ganti KST /KKB dari penggunaan TNI menjadi) OPM ( Operasi Papua Merdeka) ( Reporter-A.Syam-Red)

Narasumber:Arisandi MSi purn.TNI,saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP organisasi Rampas Setia 08 berdaulat Rumah juang pemenangan Prabowo Presiden dan juga saat ini sebagai salah satu penasehat di Media online Terobosnusantara.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *