oleh

Ada Tiga Orang Pembicara Mengisi Hari Ke-2 PKKMB STMIK Handayani.

-Edukasi, News-547 views

TEROBOSNUSANTARA.COM,MakassarHari Kedua pelaksanaan PKKMB dikampus STMIK Handayani,tampak para mahasiswa baru dan panitia pelaksana PKKMB sudah berada di aula kampus STMIK Handayani Lt.5

Tepat pukul 8.00 WITA kegiatan dimulai dan diawali pembacaan doa agar kegiatan hari ini bisa berjalan dengan lancar,dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia raya oleh seluruh mahasiswa baru .

Sesi pertama diisi oleh Pa.Bintal divisi 3 Kostrad,Jamaluddin SE. yang mengajarkan tentang Pencegahan ,Penanggulangan intoleransi ,radikalisme,terorisme dan penyebaran paham radikal yang bertentangan dengan ideologi negara serta pembinaan kesadaran bela negara.

Dengan kecanggihan teknologi saat ini memudahkan kita untuk dapat mengakses informasi dimana saja dan kapan saja.Kecanggihan teknologi pun kadang mempunyai dampak negatif dalam tatanan kehidupan masyarakat.

Sebagai contoh ,karena teknologi yang semakin canggih dan mudah diakses, banyak informasi hoaks yang beredar khususnya di media sosial.

Oleh karena itu sebagai calon ahli teknologi adik adik harus lebih jeli menyikapi berita yang diterima ,dan harus jelas sumber informasi sebelum diserap apalagi disebar.

Pemerintah dalam hal ini pun telah menyiapkan UU sebagai upaya mengatur informasi digital yang kita kenal dengan UU ITE ,dimana setiap informasi yang kita dapat tidak serta merta kita terima dan percaya apalagi di share tanpa mengetahui sumber informasinya.

Oleh karena itu setiap kita harus memegang teguh 4 pilar dasar kebangsaan kita yaitu Pancasila ,UUD 1945,NKRI,Bhineka Tunggal Ika.Dengan memahami dan mengaplikasikan ke 4 pilar ini dalam kehidupan sehari hari,artinya wujud cinta kita dan bentuk kita membela negara.

Kita harus mencintai negara kita ,karena ini bukan hanya tugas pemerintah ,anggota TNI ataupun Polri,tetapi ini tugas kita semua sebagai abdi masyarakat.

Kita harus paham dan mengerti tentang wawasan Nusantara. Wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia terhadap rakyat, bangsa, dan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang meliputi darat, laut, dan udara di atasnya sebagai satu kesatuan politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan.

Menutup sesinya ,Jamaluddin mengingatkan bahwa setiap kita harus bijak bersosmed,gunakan media sosial kita dengan baik,jangan menyebar kebencian,tidak menggunakan bahasa yang tidak sesuai dengan norma dan etika bangsa kita ,apalagi berbau SARA.

Sesi kedua diisi oleh Dr.Eng Hazriani MT. dari LLDIKTI wilayah IX Sulsel,dalam materinya ia membahas tentang Sistem pendidikan tinggi Indonesia/merdeka belajar /kampus merdeka,

Ia mengatakan program kampus merdeka yang di cetus oleh menteri pendidikan dan kebudayaan bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Kampus Merdeka memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memilih mata kuliah yang akan mereka ambil.

Kenapa dikatakan merdeka belajar ,karena mahasiswi tidak harus mengikuti perkuliahan secara intens yang biasanya perkuliahan dilakukan mulai pagi hingga sore ,tetapi dengan adanya program kampus merdeka /merdeka belajar program matakuliah sudah dikonversi dan bisa dilakukan secara during.

Ini menjadi tantangan baru bagi mahasiswa karena di kampus merdeka mahasiswa harus meng-upgrade diri dengan menguasai bahasa internasional,harus sungguh sungguh belajar sehingga nilai indeks prestasinya bisa diatas 3,karena program program international akan menjadikan standar prestasi mahasiswa dari nilai IPK yang konsisten tidak dibawah IPK 3

Hazriani mengatakan kuliah itu merupakan ibadah ,kenapa ibadah karena jika kita belajar dengan baik,menjadi mahasiswa berprestasi ,menyelesaikan kuliah tepat waktu itu salah satu wujud bakti kepada orang tua,Bagaimana orang tua berjuang tidak kenal lelah untuk memberikan pendidikan yang tinggi kepada anak mereka ,tanpa meminta balasan apa apa.
Selamat belajar adik adik ,jadilah anak yang bisa dibanggakan oleh orangtua kalian,ungkapnya.

Sesi ketiga diisi oleh Dr.Darlan Sidik ,M.Pd yang merupakan Wakil Ketua satu bidang Akademik dan SDM STMIK Handayani ,sekaligus menutup sesi kuliah umum hari ini

Materi yang dibahas hari ini tentang Perguruan Tinggi di Era Revolusi 4.0 dan Kehidupan Kampus dimasa Pandemi.

Diera revolusi industri 4.0 integrasi pemanfaatan teknologi serta internet yang begitu canggih dan masif juga sangat mempengaruhi adanya perubahan perilaku dunia usaha dan dunia industri, perilaku masyarakat dan konsumen pada umumnya.

Karakteristik di era revolusi industri tersebut meliputi digitalisasi, optimation dan cutomization produksi, otomasi dan adaptasi, interaksi antara manusia dengan mesin, value added services and business, automatic data exchange and communication, serta penggunaan teknologi informasi.

Oleh karena itu, dunia pendidikan dan industri harus mampu mengembangkan strategi transformasi industri dengan mempertimbangkan sektor sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidangnya.

Selain itu, adaptasi juga dilakukan dengan memanfaatkan teknologi pembelajaran bagi dosen melalui implementasi merdeka belajar. “Seperti pembelajaran daring kolaboratif dan lintas disiplin.

Kemudian adanya perbaikan atau peningkatan mutu pembelajaran daring dengan metode pembelajaran asesmen, manajemen, melaksanakan pelatihan atau upgrading pembelajaran daring bagi dosen dan mahasiswa serta perbaikan model kuliah.

Jadi era revolusi 4.0 ini sudah didepan kalian,bagaimana bisa beradaptasi dan mengupgrade diri kalian,harus siap bukan saja dari segi mental ,tetapi soft skill,hard skill,management waktu,berfikir kritis,dan problem solving.tutup Darlan.
(Kimi/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed