oleh

Kolaborasi Kemanusiaan Pemuda Pancasila dan Indika foundation Perangi Covid19

-News-291 views

Terobosnusantara.com-Pandemi Covid19 telah melewati masa 19 bulan sejak kasus pertama ditemukan di RI Maret tahun lalu. Sampai tanggal 29 Agustus 2021, Indonesia telah melaporkan 4.073.831 kasus positif menempati peringkat pertama terbanyak di Asia Tenggara. Dalam hal angka kematian, Indonesia menempati peringkat ketiga terbanyak di Asia dengan 131.923 kematian. Namun, angka kematian diperkirakan jauh lebih tinggi dari data yang dilaporkan lantaran tidak dihitungnya kasus kematian dengan gejala Covid-19 akut yang belum dikonfirmasi atau dites. Sementara itu, diumumkan 3.724.318 orang telah sembuh, menyisakan 217.590 kasus yang sedang dirawat. Pemerintah Indonesia telah menguji 21.279.118 orang dari total 269 juta penduduk, yang berarti hanya sekitar 78.927 orang per satu juta penduduk.

Sebagai salah satu Ormas terbesar dan tertu di Indonesia, Pemuda Pancasila tidak tinggal diam menyikapi krisis akibat Covid19 ini. Dengan menggandeng Indika Foundation, Pemuda Pancasila membentuk Gugus Tugas Nasional (GTN) Task Force Kemanusiaan PPKM Covid-19. Kolaborasi kemanusiaan antara MPN PP dengan Indika Foundation ini telah berjalan setahun lebih.

Sejak dicanangkan pertengahan tahun lalu, Satgas ini telah membentuk satuan relawan sampai tingkat MPC/Kabupaten di seluruh MPC Pemuda Pancasila di 13 titik di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi). Ribuan relawan yang digalang dari kader ini mmeiliki tugas sebagai ujung tombak pelaksana teknis kegiatan kemanusiaan ini.

Menurut Sekjen GTN sekaligus Sekjen MPN Pemuda Pancasila, selama tahun 2020 ini GTN telah menyalurkan ratusan ribu paket sembako ke sejumlah kota di Indonesia dengan sasaran utama masyarakat yang secara ekonomi terdampak langsung. Pembagian sembako ini merupakan wujud solidaritas GTN terhadap masyarakat akibat Covid19, sekaligus sebagai upaya jaring pengaman sosial terhadap masyarakat terdampak.

“GTN juga secara aktif mendukung program 3 M pemerintah dengan membagikan jutaan masker dan hand sanitizer, melakukan disinfeksi di sejumlah kawasan yang membutuhkan. Selain itu, juga melakukan pembagian sejuta sajadah disinfektan untuk melancarkan warga untuk beribadah di masa pandemi ini,” papar Arif.

Memasuki masa vaksinasi di -pertengahan tahun ini, GTN Pemuda Pancasila dan Indika Foundation juga membuka sejumlah sentra-sentra vaksinasi di sejumlah kota terutama yang masih zona merah. Arif mengaku memobilisasi seluruh kader Pemuda Pancasila untuk menjadi pelopor dalam vaksinasi. “Target kita, 13 daerah yang menjadi titik fokus kegiatan GTN ini segera memenuhi kriteria herd immunity, salah satu caranya adalah dengan menggenjot jumlah penerima vaksin di daerah-daerah yang ditentukan,” papar Arief. Jika 13 titik ini bisa menuju herd immunity, diharapkan ini memicu efek domino untuk mempercepat herd immunity nasional.

Arif yakin, jika gerakan kemanusiaan yang dilakukan oleh MPN Pemuda Pancasila dan Indika Foundation ini tidak bergerak sendiri. Melainkan merupakan bagian dari gerakan besar rakyat Indonesia dalam melawan Covid19. Untuk itu dia menyerukan komponen bangsa terutama yang memiliki potensi untuk bertidak lebih baik dan lebih masif untuk sama sama berkolaborasi dalam gerakan kemanusiaan ini. “Kami mengundang BUMN dan perusahaan swasta melalui program CSRnya, agar sementara ini fokus dalam program penanggulangan Covid. Kami terbuka untuk kolaborasi kemanusiaan dengan pihak masa saja. Apakah itu CSR perusahaan ataupun rekan-rekan Ormas Pemuda di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Dia berharap Gugus Tugas Nasional (GTN) Task Force Kemanusiaan PPKM Covid-19 bisa menjadi role model kolaborasi partisipatif antara swasta/BUMN, pemerintah dan Ormas Pemuda saling memberdayakan diri dalam kerangka tugas kemanusiaan melawan Covid19. “Kami menyadari, kerja-kerja yang kami lakukan masih tergolong kecil dibanding dengan lanskap nasional pemberantasan Covid19. Namun, kami berharap gerakan yang kecil ini mampu menginspirasi gerakan kolaborasi kemanusiaan nasional yang lebih besar, masif dan terstruktur,” pungkasnya. (Red/AR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed