NEWS  

Dihadapan Mahasiswa Baru UNIMEN, Rijal Djamal: Jangan Hanya Jadi Lulusan, Jadilah Pribadi 

Enrekang —TEROBOSNUSANTARA.COM- Memasuki perguruan tinggi bukan sekadar berpindah dari bangku sekolah ke ruang kuliah. Bagi mahasiswa baru, masa awal perkuliahan merupakan momentum untuk membentuk cara berpikir, memperluas jejaring, sekaligus menyiapkan diri menghadapi perubahan dunia yang bergerak semakin cepat.

Pesan itu mengemuka dalam kuliah umum Masa Ta’aruf Mahasiswa (MASTA) Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) Tahun Akademik 2026/2027 di Aula Kampus I UNIMEN, Jalan Jenderal Sudirman No. 17, Enrekang, Rabu, 23 September 2026. Influencer, motivator, konsultan, praktisi media sosial, dan public speaker Rijal Djamal, S.S., M.Si., CPT tampil sebagai pembicara utama.

Di hadapan ratusan mahasiswa baru, Rijal Djamal membahas pentingnya membangun kapasitas diri agar pendidikan tinggi tidak berhenti pada pencapaian akademik. Mahasiswa didorong menjadikan masa kuliah sebagai ruang untuk mengembangkan kompetensi, karakter, kreativitas, serta keberanian mengambil peran di tengah masyarakat.

Pesan tersebut sejalan dengan tema MASTA 2026, “Wujudkan Mahasiswa Unggul, Berdampak dan Cerahkan Semesta.” Tema ini menempatkan mahasiswa bukan hanya sebagai penerima pengetahuan, tetapi sebagai bagian dari generasi yang diharapkan mampu memberikan kontribusi di lingkungan sosial dan profesinya.

Bagi UNIMEN, MASTA juga menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk mengenali kehidupan akademik dan nonakademik di kampus. Mahasiswa diperkenalkan dengan lingkungan perguruan tinggi, budaya akademik, organisasi kemahasiswaan, serta berbagai ruang pengembangan diri yang dapat mereka manfaatkan selama menempuh pendidikan.

MASTA tahun ini diikuti mahasiswa baru dari 15 program studi sarjana dan dua program magister. Mereka tidak hanya berasal dari Kabupaten Enrekang, tetapi juga sejumlah daerah di Sulawesi dan luar Sulawesi.

Daerah asal mahasiswa baru antara lain Pinrang, Tana Toraja, Sidrap, Makassar, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Konawe Kepulauan, Bone, Buru Selatan, Bogor, Polewali Mandar, Mamuju, Balikpapan, Wajo, Soppeng, Kolaka Utara, hingga Sidoarjo. Dalam proses penerimaan mahasiswa baru tahun ini, UNIMEN juga mencatat adanya pendaftar dari Pakistan.

Ketua Lembaga Pengembangan Institusi dan Promosi UNIMEN, Dr. Baharuddin, mengatakan minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di UNIMEN menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, ia menegaskan jumlah pendaftar tidak seluruhnya berakhir menjadi mahasiswa karena masih melalui tahapan penerimaan dan registrasi.

Menurut Baharuddin, keragaman daerah asal mahasiswa menunjukkan semakin luasnya jangkauan UNIMEN dalam menarik calon mahasiswa. Kondisi tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi universitas untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pendidikan yang diberikan kepada mahasiswa.

Rektor UNIMEN, Dr. Syawal Sitonda, mengatakan peningkatan minat masyarakat merupakan bagian dari kepercayaan publik yang harus dijawab melalui pembenahan internal secara berkelanjutan.

“Kepercayaan masyarakat harus dijawab dengan peningkatan kualitas,” demikian pokok pesan Rektor dalam kegiatan tersebut.

UNIMEN saat ini tercatat memiliki akreditasi institusi Baik Sekali dari BAN-PT. Perkembangan kelembagaan dalam beberapa tahun terakhir juga ditandai dengan bertambahnya program studi dan perluasan bidang keilmuan yang ditawarkan kepada masyarakat.

Pembukaan MASTA 2026 turut dihadiri anggota Komisi X DPR RI Drs. H. Muslimin Bando, M.Pd., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Sulawesi Selatan Tien Suharti, S.Pd., M.Si., Ketua PDM Enrekang Muh. Husain Kamaruddin, M.Pd., unsur Badan Pembina Harian (BPH), serta jajaran pimpinan dan sivitas akademika UNIMEN.

Namun, inti MASTA tahun ini tidak berhenti pada seremoni penyambutan mahasiswa baru. Kehadiran Rijal Djamal memberi penekanan bahwa perjalanan mahasiswa di perguruan tinggi pada akhirnya bukan hanya tentang memperoleh ijazah.

Ada kompetensi yang harus dibangun, karakter yang harus ditempa, jejaring yang harus diperluas, dan kontribusi yang harus dipersiapkan.

Dari titik itulah mahasiswa baru UNIMEN memulai perjalanan akademiknya: menjadi lulusan yang tidak hanya memiliki gelar, tetapi juga memiliki kapasitas untuk memberi dampak.

(A Derlan-Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *