ENREKANG — TEROBOSNUSANTARA.COM-Sosok tidak selalu diukur dari pangkat yang disandang, melainkan dari keteladanan yang ditunjukkan. Hal itu dibuktikan langsung oleh Wakapolres Enrekang, Kompol Ali Maksum S.Sos MM yang di usianya yang ke-57 tahun, tampil berdiri di barisan paling depan mengikuti tes kesamaptaan jasmani berkala yang digelar di lingkungan kepolisian setempat.
Tes yang dilaksanakan setiap enam bulan ini bukan sekadar rutinitas belaka. Bagi Waka polres Enrekang Kompol Ali Maksum ini adalah bukti nyata bahwa menjaga kebugaran tubuh adalah kewajiban mutlak setiap anggota, terlebih bagi seorang pimpinan. Di hadapan seluruh personel yang hadir, ia tidak memerintah dari pinggir lapangan, melainkan turun langsung mengikuti setiap tahapan pengujian fisik dengan penuh semangat dan keteguhan.
“Fisik yang bugar bukan untuk pamer, melainkan bekal utama agar saya dapat melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya, menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian di Kabupaten Enrekang ini secara maksimal,” ujarnya di sela kegiatan.
Di usia yang tak lagi muda, banyak orang mungkin menganggap remeh pentingnya kebugaran fisik. Namun tidak bagi Kompol Ali maksum, Ia justru menjadikan tes kesamaptaan ini sebagai momentum untuk memberi contoh langsung kepada seluruh anak buahnya: disiplin dimulai dari diri sendiri, keteladanan dimulai dari pemimpin.
Setiap gerakan, setiap langkah yang diambilnya menjadi pesan tegas — tugas sebagai abdi negara dan pelindung masyarakat tidak bisa dijalankan dengan fisik yang lemah. Menjaga Kamtibmas bukan sekadar tugas, melainkan amanah yang harus dipikul dengan kekuatan, ketahanan, dan kesigapan yang terjaga setiap saat.
Kehadiran Wakapolres di lapangan menginspirasi seluruh personel yang hadir. Mereka melihat sendiri bahwa semangat pengabdian tidak mengenal batas usia. Justru semakin bertambah usia, semakin tinggi kesadaran untuk menjaga diri, agar tetap bermanfaat dan siap mengabdi bagi negeri dan rakyat yang dipercayakan kepadanya.
“Saya ingin menjadi teladan. Kalau pemimpinnya sendiri tidak mau menjaga fisik, bagaimana mungkin saya meminta anak buah untuk melakukannya?” tegasnya.
Kegiatan ini pun menjadi pengingat bersama: kesetiaan kepada tugas diwujudkan bukan hanya lewat kata-kata, melainkan lewat kesiapan fisik dan mental yang terjaga setiap hari. Dan di sanalah letak kebesaran jiwa seorang Wakapolres — tetap berdiri tegak, melanggar tegas, dan menjadi cahaya penerang bagi seluruh jajarannya, demi Enrekang yang aman, damai, dan tertib.
(Andi Erna/Red)
Langsung ke konten
