NEWS  

Malam yang Penuh Tangis di Lameroro: Tahlilan Malam Ke-5 untuk Almarhum Sekda Bombana, Drs. Man Arfa, M.Si Dihadiri Wakil Bupati dan Jajaran OPD

๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐—ผ๐—ฏ๐—ผ๐˜€๐—ป๐˜‚๐˜€๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ.๐—–๐—ผ๐—บ-๐—•๐—ผ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ Malam Sabtu (3 Mei 2025) berubah menjadi malam duka yang begitu dalam di Kelurahan Lameroro Kecamatan Rumbia. Ratusan pelayat dari berbagai penjuru tumpah ruah memenuhi halaman rumah almarhum Drs. Man Arfa, M.Si. Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana yang baru saja berpulang ke Rahmatullah beberapa hari lalu. Tahlilan malam kelima ini menjadi bukti cinta dan penghormatan terakhir dari para sahabat, keluarga, serta seluruh jajaran pemerintahan yang ditinggalkannya.

Kehadiran Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, bersama sang istri tercinta, membawa haru yang mendalam. Langkah mereka pelan, wajah mereka menyiratkan kesedihan yang sulit disembunyikan. Ahmad Yani bukan hanya hadir sebagai wakil kepala daerah, tapi sebagai sahabat yang kehilangan sosok penting dalam perjalanan panjang membangun Bombana.

Tampak pula para pejabat tinggi dari berbagai OPD, kepala dinas, camat, tokoh masyarakat, dan ulama setempat. Mereka datang bukan sekadar untuk mendoakan, tapi untuk menunjukkan betapa besar kehilangan yang dialami seluruh komponen daerah ini atas wafatnya seorang pemimpin yang rendah hati, penuh kasih, dan bijaksana.

Lantunan doa mengalun perlahan, menggetarkan dada. Doa-doa dipanjatkan dengan linangan air mata. Isak tangis sesekali terdengar di tengah keheningan malam. Seorang perempuan setengah baya, yang diketahui sebagai keluarga dekat almarhum, tak kuasa menahan tangis saat nama almarhum disebut dalam doa. โ€œYa Allah… ampuni keluarga kami, terangi jalannya, jangan kau biarkan ia sendiri di alam kuburnya,โ€ ucapnya lirih, menggenggam tasbih yang terus berputar di jemarinya yang gemetar.

Wakil Bupati Ahmad Yani yang diberi kesempatan menyampaikan sepatah dua patah kata, nyaris tak bisa memulai. Suaranya serak menahan haru.

โ€œKita semua kehilangan. Beliau adalah guru, sahabat, dan panutan kami. Sejak dulu saya selalu mengajak bercanda bahkan menganggap seperti orang tua sendiri, beliau selalu hadir dengan ketenangan dan pemikiran yang jernih. Tidak ada pekerjaan yang beliau tolak. Tidak ada keluhan. Beliau selalu mendahulukan kepentingan daerah ini, bahkan saat kesehatannya mulai menurunโ€ฆโ€ujarnya dengan nada gemetar

โ€œBombana kehilangan seorang pemimpin, dan saya pribadi kehilangan seorang panutan sekaligus orang tua,โ€ tambahnya, dengan mata yang berkaca-kaca

Suasana semakin mengharukan ketika putra almarhum, membacakan surat pendek yang dahulu sering mereka baca bersama sang ayah. Tangis pelayat pun pecah. Tidak sedikit yang menyembunyikan wajahnya, tak sanggup menahan sedih. Sang istri almarhum, duduk di sudut ruangan dengan wajah yang sangat pucat, hanya bisa terisak sambil memandangi foto terakhir sang suami.

Drs. Man Arfa, M.Si bukan sekadar pejabat. Ia adalah sosok pengayom yang mencintai rakyatnya. Selama menjabat sebagai Sekda, ia dikenal sebagai pemimpin yang selalu hadir di tengah masyarakat. Ia tidak pernah membatasi diri dengan protokol. Setiap keluhan warga ia tanggapi kemudian bersama semua jajarannya menindak lanjuti keluhan itu. Banyak kisah tentang kesederhanaannya, tentang sikapnya yang dermawan membantu orang yang membutuhkan bantuan, atau tentang kehadirannya yang selalu tampil dalam setiap bencana. Kenangannya sangat sulit untuk di ceritakan pelit untuk di suarakan dan teramat sakit untuk di gambarkan, sepanjang jaman akan selalu menjadi kenangan.

โ€œKami masih ingat, saat bencana kebakaran melanda beberapa rumah warga di Poleang tahun lalu, beliau datang bersama Pj Bupati Edy Suharmanto,โ€ kenang Azis Fair,S,.Sos, Kadis Perindagkop yang juga hadir malam itu.

Tak hanya masyarakat yang merasa kehilangan, tetapi juga jajaran birokrasi yang telah lama menjadi saksi dari dedikasi dan integritas almarhum. Kepala Inspektorat kabupaten Bombana Ridwan,S,.Sos,.M P W. yang juga turut hadir menyatakan kesedihan yang mendalam atas berpulangnya tokoh birokrasi yang penuh dedikasi

โ€œPak Sekda selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk negeri ini. Beliau tidak pernah marah, tapi kata katanya selalu menggerakkan. Saya pribadi merasa sangat bersedihโ€ ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Kini, setelah malam kelima, tahlilan akan terus dilanjutkan hingga hari ketujuh. Namun duka ini tidak akan selesai dalam tujuh malam. Kepergian almarhum Drs. Man Arfa, M.Si meninggalkan ruang kosong di hati banyak orang. Ruang yang tidak mudah diisi kembali, karena beliau adalah pribadi langka lembut, tulus, dan bersahaja.

Masyarakat Bombana, keluarga, dan para sahabat hanya bisa mendoakan agar segala amal baiknya diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan.

Selamat jalan, Bapak Sekda.
Namamu akan selalu kami kenang.
Jasamu tidak akan hilang ditelan waktu. Dan cintamu pada tanah Bombana akan hidup selamanya dalam hati kami.

 

 

Pen/Editor:Andi Syam
Media:๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐—ผ๐—ฏ๐—ผ๐˜€๐—ป๐˜‚๐˜€๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ.๐—–๐—ผ๐—บ

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *