𝗧𝗲𝗿𝗼𝗯𝗼𝘀𝗻𝘂𝘀𝗮𝗻𝘁𝗮𝗿𝗮.𝗖𝗼𝗺-𝗕𝗼𝗺𝗯𝗮𝗻𝗮 Mahasiswa dan Tenaga Kependidikan (Tendik) Politeknik Bombana angkat suara menanggapi janji-janji yang dilontarkan dalam konferensi pers pada 15 April 2025 lalu di Coffee Shop Teratas, Rumbia. Janji yang kala itu disampaikan dengan penuh keyakinan, kini dianggap hanya retorika kosong tanpa tindakan nyata.
Dalam konferensi pers yang dihadiri Ketua Pembina Yayasan, Direktur Politeknik Bombana, Wakil Direktur II, Dosen dan Mahasiswa Politeknik Bombana Serta Anggota DPR RI Fraksi PKS Ismail Bachtiar, publik dijanjikan bahwa persoalan gaji dosen dan tendik akan segera diselesaikan. Bahkan, disebutkan bahwa hak pegawai akan dibayarkan sebelum akhir April 2025.
Namun kenyataannya, hingga memasuki awal Mei, tak ada satu pun dari janji tersebut yang terealisasi. Gaji belum dibayarkan. Kepastian belum ada. Sementara pihak kampus terkesan menghindar dari pertanggungjawaban.
“Kami mencatat siapa yang hadir, siapa yang bicara, dan siapa yang berjanji. Jangan kira kami lupa. Kami mahasiswa, bukan penonton yang mudah dibodohi oleh pencitraan,” ujar Andi Syahril, salah satu mahasiswa aktif Politeknik Bombana.
Kekecewaan juga datang dari kalangan tendik yang sejak awal berharap adanya penyelesaian konkret usai pertemuan tersebut.
“Kami sudah terlalu sering diberi harapan palsu. Kebutuhan hidup tidak bisa dibayar dengan janji,” ungkap salah satu tenaga kependidikan yang enggan disebut namanya. Pada Kamis (1/5)
Mahasiswa dan Tendik menilai bahwa forum yang seharusnya menjadi titik terang penyelesaian, justru berubah menjadi panggung kebohongan. Tindakan nyata yang dijanjikan tak kunjung terlihat. Sebaliknya, pihak yang dulu lantang berbicara kini memilih diam.
“Kami akan terus mengingatkan, bahwa mereka yang tampil di depan kamera, sebenarnya sedang mempertontonkan kepengecutan dalam bentuk lain,” lanjut Andi Syahril.
Kritik tajam ini kini menjelma menjadi seruan kolektif, jangan jadikan forum formal sebagai tameng pencitraan. Mahasiswa dan tendik menegaskan, jika tidak ada perubahan sikap, mereka siap bersuara lebih lantang lagi di ruang publik.
Pen/Editor:Andi Syam
Media:𝗧𝗲𝗿𝗼𝗯𝗼𝘀𝗻𝘂𝘀𝗮𝗻𝘁𝗮𝗿𝗮 𝗖𝗼𝗺
Langsung ke konten
