Riwayat Seorang Calon Presiden Indonesia Yang ke -8 Prabowo Subianto

Terobosnusantara.comJakarta Prabowo Subianto lahir di Jakarta, 17 Oktober 1951. dan Prabowo merupakan putra dari seorang tokoh Legenda putra begawan pakar ekonomi Soemitro Djojohadikoesoemo dan Dora Marie Sigar. Sepasang sejoli ini merupakan orang yang sangat di segani dan di tokohkan oleh seluruh masyarakat Begawan karena kepiawaiannya membuat membuat dirinya di segani dan di sayangi oleh seluruh masyarakat didaerahnya

Lahir di Jakarta, membuat Prabowo sempat bersekolah di TK Sekolah Sumbangsih pada tahun 1956-1957. Tapi, ketika masuk usia SD-SMA ia di boyong oleh kedua orangnya ke luar negeri sehingga Prabowo terbiasa dengan bahasa asing bahkan beberapa bahasa telah di kuasainya

Diketahui ayahnya adalah seorang pakar ekonomi dan politikus Partai Sosialis Indonesia (PSI) dan sempat menjabat sebagai Menteri Perindustrian di Kabinet Natsir. Satu tahun setelah kelahiran Prabowo, Soemitro diangkat menjadi Menteri Keuangan pada Kabinet Wilopo prestasi dan jiwa kenegarawanan seorang ayah mulai mengalir kepada seorang anak yang bernama Prabowo

Ketika masuk usia SD seorang ayah yakni Soemitro disebut terlibat sebagai penentang pemerintahan Diera Presiden Soekarno bersama Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia di Sumatera Barat. Hingga akhirnya memilih pergi ke luar negeri bersama keluarganya.

Sejak saat itu, Prabowo menyelesaikan pendidikan di berbagai negara dari Singapura, Malaysia, Swiss, hingga Inggris. Pengalaman ini membuatnya fasih di berbagai bahasa seperti Indonesia, Prancis, Jerman, Inggris dan Belanda.

Setelah Soekarno lengser, keluarga Soemitro kembali ke Indonesia dan Prabowo melanjutkan pendidikan ke Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) di Magelang, Jawa Tengah.

Inilah secercah riwayat singkat seorang Prabowo Subianto mendaftar di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia di Kota Magelang pada tahun 1970. Ia lulus pada tahun 1974 bersama orang lain yang kemudian memperoleh posisi kepemimpinan senior seperti Susilo Bambang Yudhoyono.

Titiek Soeharto merupakan murid dari Sumitro Djojohadikusumo, ayah Prabowo Subianto. Dari pertemuan inilah akhirnya Prabowo dan Titiek Soeharto menjalani sebuah hubungan romantis. Mengetahui sang putra berpacaran dengan Titiek Soeharto, Sumitro berpesan kepada anaknya untuk serius dalam menjalani hubungannya dan pada akhirnya Prabowo Subianto dan Titiek Soeharto menikah pada Mei tahun 1983.Tapi sayang pernikahan Prabowo Subianto dan Titiek Soeharto hanya bertahan 15 tahun dan mereka memutuskan bercerai pada Mei tahun 1998

Berdasarkan laman CNBC Indonesia – Kamis, 22 Maret 1984, pasangan Prabowo Subianto dan Titiek Hediprasetyo sedang berbahagia. Setelah satu tahun menikah, lahir anak pertama mereka berjenis kelamin laki-laki di Rumah Sakit Harapan Kita. Namun, saat memberi rilis ke media soal kabar gembira ini, anak tersebut belum diberi nama.

“Wah, belum ada. Saya mau kasih nama, Mas Bowo juga punya nama. Jadi, mau minta Bapak saja sebagai penengah,” kata Titiek kepada Tempo (31 Maret 1984).

Bapak yang dimaksud tentu saja Presiden Soeharto. Namun, butuh waktu lama juga bagi Soeharto menentukan nama bagi cucunya.Setelah lima hari berlalu, barulah nama tersebut tercipta, yakni Ragowo Hediprasetyo. Dan, Soeharto bakal memanggilnya mas Didit.

Semasa muda, Didit menghabiskan banyak waktu di Amerika Serikat (AS) dan Prancis. Tak diketahui aktivitas lebih lanjutnya di dua negara tersebut. Namun, satu hal yang pasti dia sempat tercatat sebagai mahasiswa di Parsons School of Design di New York dan Paris sekitar tahun 2003.

Alih-alih berpolitik atau berkecimpung di dunia bisnis, dia mantap menjadi desainer atau perancang. Kedua orang tua pun tidak mempermasalahkan keputusannya.

Sejak itulah, nama Didit harum sebagai perancang baju ternama dunia asal Indonesia selama lebih dari 10 tahun berkarir sampai sekarang. Hanya saja, kesibukan Didit kini bertambah usai sang ayah, Prabowo Subianto, menjadi pejabat negara dan calon presiden.Didit kerap kali disorot kamera saat menemani sang ayah berkunjung ke berbagai daerah

Pada ujungnya Prabowo Subianto memperoleh kenaikan pangkat istimewa peristiwa tersebut tertuang dalam Keppres Nomor 13/TNI/Tahun 2024 tanggal 21 Februari 2024 tentang Penganugerahan Pangkat Secara Istimewa berupa Jenderal TNI Kehormatan. Atas penganugerahan tersebut, per hari ini Menhan Prabowo resmi menyandang pangkat jenderal TNI bintang empat.28 Feb 2024

*Reporter: Andi.Syam*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *